Text copied!
CopyCompare
Perjanjian Baru dalam Terjemahan Sederhana Indonesia Edisi Kedua - Kisah - Kisah 16

Kisah 16:6-31

Help us?
Click on verse(s) to share them!
6Lalu Paulus dan mereka yang menyertai dia melakukan perjalanan melalui provinsi Frigia dan Galatia, karena mereka dilarang oleh Roh Kudus untuk mengabarkan berita keselamatan di provinsi Asia.
7Waktu mereka tiba di perbatasan provinsi Misia, mereka beberapa kali mencoba untuk pergi ke provinsi Bitinia. Tetapi sekali lagi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka ke sana.
8Oleh karena itu, mereka pergi melintasi provinsi Misia sampai tiba di kota pelabuhan Troas.
9Pada malam itu TUHAN memberikan penglihatan kepada Paulus. Dia melihat seseorang dari provinsi Makedonia berdiri dan memohon kepadanya, “Datanglah ke Makedonia dan tolonglah kami!”
10Lalu sesudah Paulus mendapat penglihatan itu, kami— termasuk saya, Lukas, langsung bersiap-siap untuk berangkat ke Makedonia. Karena dari penglihatan itu kami menyimpulkan bahwa Allah sudah memanggil kami untuk memberitakan Kabar Baik kepada orang-orang Makedonia.
11Lalu kami naik kapal dari Troas dan berlayar langsung ke pulau Samotrake, dan pada hari berikutnya kami tiba di kota Neapolis.
12Dari sana kami berjalan ke kota Filipi— yaitu kota terpenting di Makedonia, dan satu kota di mana penduduknya dianggap sebagai warga negara Roma oleh pemerintah. Kami tinggal di sana selama beberapa hari.
13Pada Hari Sabat kami pergi ke luar pintu gerbang kota ke pinggir sungai. Karena di kota itu belum ada rumah pertemuan orang Yahudi, jadi kami berpikir kemungkinan di situ ada tempat untuk mereka berkumpul dan berdoa setiap Hari Sabat. Pada waktu kami mendapatkan tempat itu, kami duduk dan berbicara dengan beberapa perempuan yang sudah berkumpul di sana.
14Salah satu dari mereka adalah seorang perempuan bernama Lidia yang berasal dari kota Tiatira. Dia pedagang kain ungu, dan dia sudah menjadi penyembah Allah, walaupun dia bukan orang Yahudi. Waktu dia mendengarkan Paulus, TUHAN membuka hatinya dan dia percaya kepada apa yang diajarkan oleh Paulus.
15Jadi dia dan semua orang yang tinggal di rumahnya dibaptis. Lalu Lidia mengundang kami ke rumahnya. Katanya, “Kalau kalian menganggap bahwa saya benar-benar percaya kepada Tuhan Yesus, mari masuk dan menumpang di rumah saya.” Dan dengan senang hati kami setuju untuk menumpang di rumahnya.
16Pada hari yang lain waktu kami sedang pergi ke tempat berdoa di pinggir sungai itu, kami berhadapan dengan seorang perempuan peramal, dan perempuan itu adalah hamba dari beberapa orang majikan. Perempuan itu sudah dirasuki oleh setan yang membuat dia mampu untuk meramalkan apa yang akan terjadi pada waktu yang akan datang. Dan setiap orang yang datang kepada peramal itu untuk diramal masa depannya harus memberikan uang dulu kepada majikannya. Jadi majikan-majikannya mendapat banyak uang karena peramal itu.
17Dia mengikuti Paulus terus dan juga kami sambil berulang-ulang berteriak, “Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepada kita tentang jalan keselamatan.”
18Berhari-hari dia melakukan hal itu sampai Paulus tidak bisa menahan kemarahannya lagi. Jadi Paulus berbalik dan berkata kepada setan itu, “Atas nama Kristus Yesus, saya perintahkan supaya kamu keluar dari perempuan ini!” Dan saat itu juga setan itu keluar.
19Tetapi waktu para majikan perempuan itu melihat bahwa mereka tidak akan mendapatkan keuntungan lagi dari hasil pekerjaannya, mereka menangkap Paulus dan Silas lalu menyeret mereka berdua ke tempat pertemuan umum di pasar untuk menghadap kepada para pejabat kota.
20Lalu di hadapan para pejabat majikan-majikan itu berkata, “Orang-orang ini adalah orang Yahudi yang mengacaukan penduduk kota ini!
21Mereka mengajarkan adat istiadat orang Yahudi, dan kita sebagai warga negara Roma tidak pantas mengikuti atau melakukannya!”
22Lalu orang banyak juga ikut menentang kedua rasul itu. Dan pejabat-pejabat itu merobek-robek pakaian Paulus dan Silas sampai mereka telanjang, lalu pejabat-pejabat itu memerintahkan supaya mereka berdua dipukuli dengan tongkat.
23Sesudah dipukuli sampai babak belur, mereka dimasukkan ke dalam penjara. Pejabat-pejabat kota menyuruh kepala penjara supaya menjaga mereka dengan ketat.
24Karena perintah itu, maka kepala penjara memasukkan Paulus dan Silas ke dalam ruangan yang paling dalam dan aman dalam gedung itu. Kemudian kaki mereka dipasung.
25Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Allah, dan para tahanan yang lain ikut mendengarkan mereka.
26Tiba-tiba terjadi gempa bumi yang kuat sehingga batu-batu fondasi dari penjara itu terguncang. Semua pintu penjara terbuka, dan semua rantai para tahanan terlepas.
27Lalu kepala penjara itu terbangun. Pada waktu dia melihat bahwa pintu-pintu penjara itu sudah terbuka, dia mencabut pedangnya untuk bunuh diri, karena dia mengira bahwa semua tahanan sudah melarikan diri.
28Tetapi Paulus berkata kepadanya dengan suara keras, “Hei, Bapak, jangan bunuh diri! Kami semua masih ada di sini.”
29Lalu sesudah kepala penjara itu menyuruh hambanya untuk mengambil lampu, dia berlari masuk ke dalam dan dengan gemetar ketakutan berlutut di depan Paulus dan Silas.
30Lalu dia mengantar mereka berdua ke luar dan bertanya, “Tuan-tuan, apa yang harus saya lakukan supaya saya diselamatkan?”
31Lalu jawab mereka, “Percayalah kepada Tuhan Yesus, maka kamu akan diselamatkan. Begitu juga yang seharusnya dilakukan oleh semua orang yang tinggal di dalam rumahmu.”

Read Kisah 16Kisah 16
Compare Kisah 16:6-31Kisah 16:6-31